Layanan SMS Gratis

Seleksi partai baru harus ketat


Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengaku sepakat dengan pengetatan seleksi bagi partai-partai politik baru yang akan berdiri menjelang Pemilu 2014. Pasalnya, banyak partai yang katanya baru namun ternyata berasal dari partai lama yang tidak lulus parlementiary treshold dalam Pemilu sebelumnya.

"Menurut masa lalu, pembentukan parpol lemah. Justru disiasati oleh banyak partai yang gagal dalam pemilu ya sehingga jadinya kayak main-main saja. Katanya partai baru, ternyata partai lama yang dipoles. Hanya tuker istilah, tuker nama. Ini kan tidak sehat dalam alam demokrasi," katanya di kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jumat (17/12/2010).

Menurutnya, dengan demikian, pengetatan untuk penyederhanaan partai dapat blangsung dari dua arah, baik dari pendirian partai maupun dari seleksi partai melalui PT (parliamentary threshold). Jika budaya saat ini masih dipertahankan, maka akan menyulitkan rencana penyederhanaan partai di Indonesia.

Hanura sendiri menilai usulan PT yang diajukan Demokrat sekitar 4-5 persen merupakan lagu lama. Hanya saja, lanjutnya, partai besar perlu ingat bahwa para pemilih partai-partai yang tak dapat melampaui 5 persen ini pun cukup banyak.

"Yang penting bagaimana pemahaman partai besar untuk tidak memberikan ambang batas yang justru menghilangkan pemilih potensial. Karena banyak pemilih yang berasal dari partai kecil yang jumlahnya cukup banyak. Kalau itu dibatasi, pemilu nanti tidak diikuti oleh seluruh pemilih Indonesia. Berarti kan tidak valid," tambahnya.

Wiranto mengatakan dalam menentukan batas dan peraturan, hendaknya parpol besar tidak berorientasi pada kepentingan parsial, tapi kepentingan bangsa dan politik nasional. "Kalau ke sana, kami sepakat. Tapi kalau arahnya ingin saling menghabisi, hanya ingin ada kepentingan-kepentingan parpol tertentu, ya kami tidak sepakat," tandasnya.

Seleksi partai baru harus ketat Seleksi partai baru harus ketat Reviewed by Unknown on 6:05 PM Rating: 5
Powered by Blogger.